Kuin Floating Market - Banjarmasin

Banjarmasin is one of two floating markets in this planet. To experience Banjarmasin you must take to the river, either by “klotok“ (river bus), or a speedboat for longer trips.

Rumpiang Bridge

Rumpiang is a small village in the Barito riverside. But, now Rumpiang is also a name for a big size bridge with 753 m length accross the Barito river. The bridge constructed to shortcut an access from Banjarmasin to Muarabahan.

Me and My Cats

I had many of cats in my home town. I grew up them cuz they were my lovely pets.

The Real World

I am The Captain of an oil tanker that travels through your veins, when you are lying half asleep in your room, unaware if it is midnight or afternoon.

Fire and Ice Collide

Reality is a lovely place but I wouldn't want to live there. From green belt balcony, the wildfires look so pretty. To the ruby redwood tree, and to the velvet climbing ivy, panited all mahogany, I'd never leave if it were up to me

Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

24 November 2011

Pendidikan, Penting atau Tidak Penting [part 2]

Menepati janji saya untuk menulis kelanjutan dari yang kemarin, karena kemarin memang sedang tergesa-gesa dan ide itu timbul saat yang tidak tepat. Jadi daripada idenya hilang mending saya tulis aja seadanya. Hehe

Baiklah, dari ke dua pandangan orang-orang terhadap pendidikan di sini saya menyimpulakan bahwa pendidikan itu penting, memang bidang pendidikan ada banyak dan semuanya itu penting. Tapi kebanyakan orang memandang pendidikan adalah hanya melihat dari Ijazahnya. Padahal orang yang memiliki ijazah belum tentu berpendidikan. Mungkin okelah disebut orang terdidik, tapi belum tentu pendidikan yang dimilikinya tersebut bagus.

Orang yang memiliki pendidikan bagus itu hanya bisa dilihat dari sikapnya terhadap lingkungan bukan dari ijazah terakhirnya. Kemudian yang perlu ditanyakan mengapa masih ada orang yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting?

Inilah uniknya, mungkin kita bisa tinjau dari tujuan utamanya terhadap pendidikan. Apakah dia sekolah hanya untuk mendapatkan ijazah dan gelar agar bisa dijual di dunia kerja atau memang benar-benar ingin memanfaatkan ilmu yang didapatkannya.

Disinilah kaitanya antara pendidikan dengan dunia kerja. Karena suatu peraturan dan persyaratan yang diberlakukan hampir disetiap negara akhirnya ijazah berfungsi menjadi tiket masuk ke dalam dunia kerja.

Jadi ketika orang-orang yang mengandalkan ijazah ini sebagai tiket masuk gagal karena terlalu penuh lapangan pekerjaan, akhirnya mereka menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting. Mereka juga rela mengobral ijazah mereka dengan cara kerja apa saja yang penting bisa bertahan hidup. Contohnya, seorang sarjana IT bekerja pada pendistribusian makanan padahal seharusnya dia menjadi seorang programmer yang handal. Seorang sarjana pendidikan bekerja di perbankan, seharusnya dia mengajar para murid di dalam kelas.

Ijazah yang mereka miliki menjadi tak berarti, ilmu yang didapatkan pun kadang dilupakan. Yang paling utama adalah bisa mengahasilkan uang untuk tetap bertahan hidup.

23 November 2011

Pendidikan, Penting atau Tidak Penting [part 1]

penting atau tidak penting, tujuan utama manusia dalam kehidupan adalah untuk bertahan hidup dengan cara mencari nafkah atau bekerja. Begitu dia menyelesaikan studinya, maka otomatis dia akan mencari kerja dan berusaha agar bisa mendapatkan imbalan yang cukup.

Bagaimanakah peran pendidikan dalam kehidupan kita? Ada dua cara manusia memandang pendidikan. Pertama adalah bahwa pendidikan itu penting, sedangkan yang kedua menganggap pendidikan itu tidak penting.

Nah, jadi bingungkan mengapa masih ada orang yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak begitu penting.

Nanti kita bahas lebih detail dalam postingan saya berikutnya...
Soalnya hujan sudah mulai reda ni, dari tadi nunggu hujan reda masalahnya. Maklum, saya ketiknya lewat handphone yang low end, keypadnya pun masih abc (bukan qwerty) ditemani dengan secangkir teh hangat di warung pinggiran jalan raya perbatasan antara kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin sambil berteduh.

Ya udah kalo begitu, saya meneruskan perjalanan dulu yaa...

23 March 2011

Antara Kompetensi Akademis dan Soft Skill

Apa yang akan dilakukan mahasiswa ketika mereka sudah menyandang gelar sarjana? Mahasiswa yang lulus dari setiap perguruan tinggi rata-rata akan berlomba-lomba mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya.

Tidak mudah mencari bidang yang sesuai dengan background pendidikan masing-masing. Jika tersedia, maka harus bersaing dengan ribuan orang bahkan puluhan ribu orang yang memiliki tujuan sama. Sayangnya hanya sedikit yang bisa menempati posisi tersebut, khususnya dibidang Pegawai Negeri Sipil.

Untuk bisa lolos dari berbagai seleksi yang dilaksankan oleh pihak dunia kerja, tentunya ada nilai plus yang harus dimiliki. Apa sebenarnya nilai plus yang wajib kita miliki tersebut? Indeks Prestasi Komulatif (IPK)? Mungkin salah satunya.

Tapi sebenarnya IPK yang kita miliki bukanlah sebuah jaminan untuk keberhasilan kita menuju ke tahap akhir seleksi untuk menjadi pemenang.

Ada sebuah keterampilan atau soft skill yang harus dimiliki untuk dapat menyakinkan dunia kerja memilih kita. Tidak semua orang memilikinya.

Dunia kerja saat ini memburu mereka yang memiliki soft skill daripada mereka yang memiliki IPK tinggi. Karena dalam dunia kerja, mereka membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berkomitmen. Dunia kerja lebih condong pada kerja sama tim yang pada akhirnya bisa menciptakan kesuksesan bersama.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More