Kuin Floating Market - Banjarmasin

Banjarmasin is one of two floating markets in this planet. To experience Banjarmasin you must take to the river, either by “klotok“ (river bus), or a speedboat for longer trips.

Rumpiang Bridge

Rumpiang is a small village in the Barito riverside. But, now Rumpiang is also a name for a big size bridge with 753 m length accross the Barito river. The bridge constructed to shortcut an access from Banjarmasin to Muarabahan.

Me and My Cats

I had many of cats in my home town. I grew up them cuz they were my lovely pets.

The Real World

I am The Captain of an oil tanker that travels through your veins, when you are lying half asleep in your room, unaware if it is midnight or afternoon.

Fire and Ice Collide

Reality is a lovely place but I wouldn't want to live there. From green belt balcony, the wildfires look so pretty. To the ruby redwood tree, and to the velvet climbing ivy, panited all mahogany, I'd never leave if it were up to me

Showing posts with label Arsip Koran. Show all posts
Showing posts with label Arsip Koran. Show all posts

27 December 2010

Hamalau's Roundabout Will be Changing Shape

Photo: Bpost

Hamalau's roundabout which is one of the entrance to the Kandangan City, District of Hulu Sungai Selatan (HSS) from Banjarmasin in the near future will be changing shape.

Regent HM HSS Safi'i said, after the renovation the roundabout will not only be architecture well, but more than that form also has elements of meaning with the anniversary.

According to him, because of the renovation related to day length so the circle of the roundabout should be 50 meters. "The figure of fifty that have deep meaning because it is the anniversary of HSS," he said.

At the roundabout, he said, there must be a high dome of the mosque twelve feet and two floors.

In addition to elements of the unniversary, at the roundabout that four poles with a Ketupat as an icon HSS.

Members of Parliament HSS Syamsuri Arsad say, Ketupat should be highlighted at the roundabout. "Although the usual form but there is meaning." he said.

24 October 2010

Yang Paling Tinggi Menggaji Bule di Indonesia

VIVAnews - Pekerja-pekerja asing di Indonesia rata-rata digaji Rp25 juta-Rp50juta per bulan. Angka ini semakin membumbung bila jabatan mereka manajer atau direktur.

Dua jabatan ini mendapat upah antara Rp50 juta-Rp75 juta dan antara Rp75 juta-Rp100 juta per bulan.

Ingin tahu sektor apa yang paling tinggi menggaji para pekerja bule di Indonesia yang pada September 2009 tercatat 45.384 orang?

Berdasarkan data hasil Survei Tenaga Kerja Asing Tahun 2009 yang dipublikasikan 22 Oktober 2010 oleh Bank Indonesia, menurut sektor ekonomi diperoleh fakta bahwa sektor Konstruksi dan sektor Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor yang paling banyak memberikan gaji tertinggi kepada tenaga kerja asing.

Tiga sektor ini berani mengeluarkan kocek untuk para pekerja asingnya hingga di atas Rp125 juta/bulan.

Apabila dilihat dari sisi jumlah persentase, jabatan yang menerima gaji paling tinggi yaitu di atas Rp125 juta ini paling banyak dijumpai pada pekerja asing profesional (12%) dibandingkan pekerja asing dengan jabatan Direktur sebesar 6%.

Tidak semua sektor memberikan gaji tinggi kepada pekerja asingnya. Ada juga perusahaan yang membayar gaji pekerja asingnya cukup rendah. Nah, sektor yang paling banyak memberikan gaji pada level rendah (di bawah Rp10 juta) adalah sektor Pertanian dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa.

Sementara berdasarkan wilayah asal negaranya, responden dari Amerika dan Eropa rata-rata menerima gaji berkisar antara Rp25 juta – Rp50 juta/bulan (50%). Pada umumnya jabatan tenaga kerja asing dari dua negara ini adalah profesional di sektor keuangan.

Sementara itu, pekerja asing yang paling banyak menerima gaji di kisaran atas (lebih dari Rp125 juta/bulan) adalah bule yang berasal dari Oceania (22%). Sebaliknya, responden yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah cukup banyak pula dijumpai memiliki gaji di bawah Rp10 juta/bulan (17%).

Sementara pekerja yang paling banyak menerima tunjungan jabatan tertinggi (di atas Rp50 juta) adalah level direktur (35%).

Selanjutnya, level jabatan yang juga menerima tunjangan yang cukup tinggi adalah konsultan (14%), serta profesional (13%). Sementara itu, pada kelompok konsultan cukup banyak yang menerima tunjangan yang rendah (kurang dari Rp5 juta) yaitu sebesar 29%.

Survei dilakukan terhadap 365 orang asing yang mayoritas berada di pulau Jawa (83%), mencakup DKI Jakarta (48%), Jawa Barat (22%), Banten (9%) dan Jawa Timur (3%). Adapun responden yang berasal dari luar Jawa (17%) meliputi beberapa propinsi yaitu Kepri/Riau (11%), Kaltim (4%) dan Bali (3%).

Tenaga kerja asing yang disurvei ini sebagian besar berasal dari Asia non ASEAN (55%), Eropa (19%) dan ASEAN (13%). Responden yang berasal dari Asia non ASEAN sebagian besar berasal dari Jepang (37%), India (27%) dan Korsel (22%).

27 July 2010

Ekonomi HSS Menggebirakan

Kandangan - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Dr. H. Muhammad Safi'i, M.Si mengatakan mekanisme kegiatan perekonomian

merupakan cerminn dari keberhasilan pembangunan yang di lakukan di Kabupaten HSS.

Nah, untuk mencapai keberhasilan pembangunan suatu daerah faktor ekonomi bukanlah salah satu faktor independen. Pasalnya

masih dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti pendidikan dan kesehatan.

Bupati juga menyebutkan perekonomian tidak dapat dik embangkan jika pendidikan (SDM) yang dimiliki tidak dapat ditingkatkan.

Hal serupa juga tidak bisa dilakukan jika tidak adanya kesehatan yang memadai pada masyarakat. Ketiga faktor ini, memiliki

kaitan yang saling mendukung dimana ketiganya merupakan bagian dari yang tidak terpisahkan dari pembangunandi Kabupaten.

Menurut Safi'i keberhasilan suatu pembangunan dan kemakmuran suatu masyarakat, merupakan cita-cita semua pemerintahan. Pada

umumnya untuk melihat keberhasilan pembangunan, salah satunya dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Brotu (BDRB).

Dimana didalamnya dapat diketahui aktivitas kegiatan perekonomian masyarakat (Makro Ekonomi).

Ekonomi dapat dilihat dari beberapa indikator. Diantaranya adalah melihat tingkat inflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi,

dan beberapa hal lainnya yang dapat menunjang.

Untuk Tingkat inflasi yang ada, orang nomor satu di HSS ini mengatakan sejauh ini sulit diukur. Tetapi dapat dilakukan

ditingkat propinsi. Pasalnya Kabupaten HSS adalah bagian dari propinsi. Perhitungan inflasi adalah dengan mengambili sampel

dari perkembangan rata-rata variabel komponen harga yang diperhitungkan pada semua wilayah bersangkutan.

Sebagai contoh, pada Januari 2010 inflasi Kota Banjarmasin sebesar 0,59 persen. Inflasi terjadi karena adanya keanikkan harga

yang ditunjukan oleh naiknya Indek pada kelompok bahan makanan 0,11 persen menjadi 1,36 persen. Kelompok perumahan, air,

listrik, gas dan bahan bakar 0,84 persen, sedangkan pada sandang pangan juga dijumpai kenaikan.

Kendati ditingkat propinsi mengalami inflasi, namun ditingkat kabupaten selama kurun waktu 2000 hingga 2009 dipandang

relative sangat stabil. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten yang selalu diatas

rata-rata inflasi Banjarmasin.

Dalam penjelasannya, bupati juga menyampaikan bahwa perkembangan iklim, investasi yang mulai menunjukan perbaikan dapat

dilihat sejak dibukanya peluang investasi di Kabupaten HSS. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, maka nilai PDRB HSS pada

tahun 2008 menagalami peningkatan pertumbuhan sebesar 13,47 persen. Dengan nominal sebesar 1,69 triliyun rupiah atau naik

sebesar 0,2 triliyun rupiah. Kenaikan yang cukup signifikan tersebut masih dipicu oleh faktor eksternal yaitu kenaikan

inflasi akibat krisis BBM. Dimana masih mempengaruhi kenaikan harga sehingga berimbas pada kenaikan barang dan jasa.

Sumber: Radar Banjarmasin, edisi Selasa 20 Juli 2010

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More