Kuin Floating Market - Banjarmasin

Banjarmasin is one of two floating markets in this planet. To experience Banjarmasin you must take to the river, either by “klotok“ (river bus), or a speedboat for longer trips.

Rumpiang Bridge

Rumpiang is a small village in the Barito riverside. But, now Rumpiang is also a name for a big size bridge with 753 m length accross the Barito river. The bridge constructed to shortcut an access from Banjarmasin to Muarabahan.

Me and My Cats

I had many of cats in my home town. I grew up them cuz they were my lovely pets.

The Real World

I am The Captain of an oil tanker that travels through your veins, when you are lying half asleep in your room, unaware if it is midnight or afternoon.

Fire and Ice Collide

Reality is a lovely place but I wouldn't want to live there. From green belt balcony, the wildfires look so pretty. To the ruby redwood tree, and to the velvet climbing ivy, panited all mahogany, I'd never leave if it were up to me

Showing posts with label Berita Kampus. Show all posts
Showing posts with label Berita Kampus. Show all posts

05 June 2010

Kuliah VS Organisasi

Suatu organisasi kampus bagaikan suplemen akademik yang akan menyempurnakan ilmu-ilmu yang kita dapatkan di dalam kelas kuliah. Sebenarnya jika ada orang yang mengkambing hitamkan organisasi lantaran nilai akademiknya menurun itu merupakan kesalahan besar. Memang dalam berorganisasi kita harus bisa mengatur waktu dengan baik agar waktu untuk kuliah dan organisasi itu seimbang.

Kebanyakan orang masih menganggap organisasi itu hanya akan memperlambat kelulusan saja. Ini terbukti dari hasil survey yang di lakukan oleh teman-teman Jurnal Kampus kepada peserta Fekon Life Skil (FLS) kemarin.

Berarti di kampus kita masih banyak anak kuliah daripada mahasiswa. Lho kok? Tahukah kalian apa perbedaan anak kuliah dan mahasiswa? Sebagian pasti menjawab sama saja. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Anak kuliah adalah seseorang yang kerjanya hanya kuliah saja atau sering disebut TuKul (tukang kuliah), sedangkan mahasiswa adalah seseorang yang aktif, kreatif dan inovatif, tidak hanya menghabiskan waktu untuk sekedar kuliah saja tetapi juga memanfaatkan waktunya untuk berorganisasi dan mengabdi untuk masyarakat.

Organisasi merupakan salah satu aktifitas seorang mahasiswa. Dalam berorganisasi kita akan mendapat banyak hal seperti belajar beriteraksi dengan orang lain, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, menumbuhkan sikap kritis, relasi, jaringan yang akan mempermudah kita dalam mencari kerja saat kita sudah menjadi seorang sarjana nanti dan lain-lain sebagainya. Pokoknya asyik deh.

Sering seorang organisator itu mendapat masalah seperti jadwal kuliah terbentur dengan jadwal rapat. Bagaimana menyikapinya? Tentu saja sebagai mahasiswa yang diberi tanggungjawab oleh orang tua untuk kuliah harus bisa menanggapinya dengan bijak. Kita sering mendengar istilah “kuliah no 1 dan organisasi segalanya”. Olah karena itu kita harus membuat skala prioritas dan me-manage waktu kita dengan baik sehingga kedua-duanya dapat berjalan dengan baik.

29 May 2010

Saatnya Jurusan IESP Bangkit

Acara Loka Karya Pemutakhiran Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Unlam (18/5) diharapkan dapat membawa perubahan pada kurikulum Jurusan IESP yang disusun pada tahun 2003 lalu, sehingga perlu ada pembaharuan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas lulusan jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Dalam momen ini digunakan untuk menggali masukan dari berbagai pihak dan dihadiri nara sumber Prof. Suahasil Nazara, SE., MSc., PhD. Ketua Departemen dan Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Drs. Haris Fadhillah, M.Si Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Unlam Banjarmasin.

Bapak Suahasil mengatakan bahwa untuk menjadi seorang ekonom tidak cukup dengan pendidikan S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. “Karena prodi S1 hanya dasar-dasarnya saja seperti mengetahui, memahami, dan menerapkan sedangkan Prodi S2 sudah dapat menganalisis suatu perekonomian, kemudian prodi S3 mampu mensintesakan dan mengevaluasi perekonomian dunia.” Tambah beliau.

Pihak Bank Indonesia menanggapi bahwa analisis mahasiswa lulusan IESP masih mereka perlukan, disarankan untuk memasukkan dalam kurikulum mengenai analisis sektor keuangan, perlu ditingkatkan teknik penulisan laporan yang baik, penguasaan bahasa inggris dituntut untuk masuk Bank Indonesia dengan minimal TOEFEL 500 dan perilaku yang masih dinilai kurang baik untuk lulusan.

Kemudian Pak Syahid, perwakilan alumni Fakultas Ekonomi Unlam juga menanggapi bahwa proses pembelajaran pada waktu itu banyak dosen yang dari jurusan umum. Beliau mengharapkan nantinya S1 harus ada kompetensi yang dimiliki agar siap menghadapi lapangan kerja.

Mungkin banyak juga mahasiswa yang masih belum tahu apa tujuannya setelah lulus diprodi S1 IESP ini. Pertanyaan senada dilontarkan oleh Bapak Zainuddin dari Disperindag kota Banjarmasin “Jadi apa lulusan IESP?”.

Mendengar hal itu Bapak Suahasil langsung menanggapi bahwa lulusan IESP bisa memilih bidang kerja apa saja dan pendidikan S1 harus siap menjadi spesialis di suatu bidang. Di Universitasi Indonesia sudah ada pengajaran dalam bahasa inggris yang merupakan bagian dari skill untuk menuntut mahasiswanya mampu menggunakan bahasa dunia ini, bagian dari internasionalisasi UI.

“Tujuan dari loka karya pemutakhiran jurusan IESP ini agar dapat mengakomodir kurikulum yang terkait dengan kompetensi dimana kompetensi itu terkait dengan 3 hal dalam kurikulum yaitu skill, knowledge, dan attitude“ Kata Pak Yunani. “Dari acara kemarin diharapkan agar kurikulum yang akan disusun periode ini akan meningkatkan kulitas lulusan yang profesional dan memiliki sikap yang baik sehingga bisa menjadi seorang ekonom yang berakhlak.” tambahnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More