Kuin Floating Market - Banjarmasin

Banjarmasin is one of two floating markets in this planet. To experience Banjarmasin you must take to the river, either by “klotok“ (river bus), or a speedboat for longer trips.

Rumpiang Bridge

Rumpiang is a small village in the Barito riverside. But, now Rumpiang is also a name for a big size bridge with 753 m length accross the Barito river. The bridge constructed to shortcut an access from Banjarmasin to Muarabahan.

Me and My Cats

I had many of cats in my home town. I grew up them cuz they were my lovely pets.

The Real World

I am The Captain of an oil tanker that travels through your veins, when you are lying half asleep in your room, unaware if it is midnight or afternoon.

Fire and Ice Collide

Reality is a lovely place but I wouldn't want to live there. From green belt balcony, the wildfires look so pretty. To the ruby redwood tree, and to the velvet climbing ivy, panited all mahogany, I'd never leave if it were up to me

Showing posts with label Berita Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Berita Ekonomi. Show all posts

04 December 2011

Keluarga Kaya v.s Keluarga Miskin

Pada saat orang-orang di pelbagai penjuru dunia bangun setiap pagi untuk menyongsong hari yang baru, masing-masing dari mereka melakukannya dalam kondisi yang sangat berlainan. Sebagian hidup di rumah yang indah dan nyaman dengan sekian kamar berukuran luas, plus aneka perlengkapannya. Mereka memiliki persediaan pangan yang lebih dari cukup, pakaian yang serba bagus, kondisi kesehatan yang prima, dan kondisi keuangan yang serba berkecukupan. Sebagian lainnya, yang berjumlah lebih dari separuh penduduk dunia yang kini mencapai sekitar 6,4 miliar jiwa, nasibnya jauh kurang beruntung karena sehari-harinya harus hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Sebagai ilustrasi, mari kita bayangkan keadaan pada sabtu malam dari kedua keluarga tersebut tatkala masing-masing tengah menyiapkan makan malam. Di rumah bertingkat (apartemen) yang mewah milik si keluarga kaya, seorang pembantu rumah tangga berseragam rapi sedang menyiapkan aneka rupa makanan di atas piring-piring mahal buatan Cina, sendok-garpu berkualitas tinggi dari perak, dan meja yang beralaskan taplak linen. Telur ikan atau kaviar kelas satu dari Rusia, hors d’oeuvres dari Perancis, dan anggur dari Italia merupakan menu pertama dari serangkaian hidangan yang akan disajikan. Anak laki-laki tertua keluarga tersebut, yang bersekolah di sebuah universitas terkemuka di Amerika Utara, dan dua orang adiknya yang masing-masing bersekolah di Perancis dan Swiss, tengah pulang berlibur di rumah. Sang ayah adalah seorang ahli bedah terkemuka lulusan Amerika Serikat yang hanya menerima orang-orang kaya setempat, usahawan, dan orang-orang terhorma dari luar negeri sebagai pasien. Sebagai usaha sampingan, ia memiliki sejumlah tanah di daerah pinggiran. Libur tahunan biasanya mereka gunakan untuk berpesiar ke luar negeri, kendaraan mereka adalah mobil-mobil impor mewah, dan mereka sekeluarga hanya mau menikmati makanan serta pakaian yang terbaik. Semua itu adalah untaian kenikmatan hidup yang sudah terhitung biasa bagi keluarga yang beruntung ini.

Lantas bagaimana dengan keluarga miskin yang hidup di pemukiman kumuh di sisi perbukitan? Mereka sekeluarga juga dapat dapat melihat laut, tetapi tidak berarti mereka juga dapat menikmati keindahan pemandangan atau ketenangan suasananya. Bau busuk dari saluran pembangunan limbah rumah tangga yang terbuka di sebelah gubuk sama sekali tidak memungkinkan mereka menikmati keindahan laut dan kesegaran terpaan anginnya. Saat makan malam tiba, tidak ada piring-piring berisi makanan yang sedang dipersiapkan; bahkan, pada kenyataannya tidak ada yang pantas disebut makan malam di situ, karena yang terlihat hanya serpihan-serpihan roti basi. Kebanyakan 4 dari anak-anak mereka memanfaatkan waktunya dengan mengemis di jalanan, menjadi tukang semir sepatu, atau bahkan kaang-kadang mencoba untuk mencuri dari orang-orang yang lengah di sepanjang jalan raya. Sang ayah pindah ke kota dari sebuah desa di daerah pedalaman beberapa tahun yang lalu, lantas disusul oleh anggota-anggota keluarga lainnya. Selama beberapa tahun terakhir ini ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Jumlah penghasilan keluarga tersebut tidak lebih dari $800 setahun. Anak-anak mereka sering kali tidak masuk sekolah karena mereka harus membantu menambah penghasilan orang tua dengan cara apa saja yang dapat mereka lakukan. Kadang-kadang anak perempuan tertua, yang tinggal di pusa kota dengan kawan-kawannya, mempunyai uang dalam jumlah lumayan – meskipun tidak ada seorangpun yang pernah mencoba menanyakan dari mana dan bagaimana caranya ia mendapatkan uang itu.

Sebagai manusia yang punya hati nurani, kita pasti langsung gusar dan tersentuh oleh gambaran pola hidup yang demikian kontras antara kedua keluarga tersebut. Namun, kalau kita melihat keadaan di hampir semua kota besar di Amerika Latin, Asia, dan Afrika, kita akan memperoleh kekontrasan dan gambaran pahit yang sama (meskipun jurang ketidakmerataan pendapatan di masing-masing kawasan tidaklah sama).

21 October 2011

Belajar Bikin Sebuah Teori

Kadang saya berfikir bagaimana Indonesia kedepannya. Ada perasaan khawatir dan takut dengan masa depan negeri ini yang selalu terus-menerus dikeruk sumber daya alamnya.

Negeri kita memang kaya akan sumber daya alam. Tapi ironisnya, rata-rata rakyatnya miskin. Kemana sebenarnya sumber daya alam yang kita miliki?

Sumber daya alam itu terbatas, jika terus-terusan digali, maka suatu saat nanti pasti akan habis. Contohnya seperti tambang batu bara. Bukan hanya akan habis tapi juga menimbulkan dampak lingkungan.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, saya bersikap optimis saja bahwa kedepannya Indonesia akan bisa lebih maju. Walaupun sumber daya alam kita selalu dikuras oleh pihak asing hingga akhirnya habis.

Mengapa demikian?

Karena bangsa kita ini akan bisa berfikir dalam kondisi yang tergesa-gesa atau kepepet. Karena sumber daya alam yang melimpah, akhirnya menjadikan bangsa ini malas dan tidak mau berkreasi dengan kreatif dan inovatif.

Jika suatu saat nanti sumber daya alam ini sudah habis, maka negeri ini akan benar-benar kekurangan dan akhirnya secara otomatis bangsa ini akan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini untuk mempertahankan hidup rakyatnya.

Dalam kondisi seperti inilah pemerintah akan terpancing untuk berfikir bagaimana caranya untuk mensejahterakan semua warga negara sehingga setelah itu tercapai maka pertumbuhan pun secara otomatis akan meningkat.

14 March 2011

Indonesia Masuk 5 Negara Raksasa Ekonomi Dunia di 2030

Kekuatan ekonomi dunia akan bergeser dari barat ke timur. Bahkan, Asia kini menjadi pusat perhatian utama dunia sebagai kawasan tujuan investasi. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan untuk warga Asia, khususnya untuk kita warga negara Indonesia yang diperkirakan bahwa pada tahun 2030 akan menjadi salah satu negara raksasa ekonomi dunia.

Pemicunya adalah peningkatan besar di negara berkembang, terutama perdagangan di pasar-pasar negara berkembang, industrialisasi yang pesat, suplai tenaga kerja murah, urbanisasi dan meningkatnya masyarakat kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi, rata-rata 5,2 persen di Asia dalam dua dekade mendatang.

Indonesia merupakan salah satu kuda hitam yang akan menempati posisi kelima dunia pada 2030. Indonesia bukan hanya menggeser Rusia, melainkan juga menggeser Jepang yang kini merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia. Pada saat itu, Indonesia akan memiliki PDB sebesar US$9,3 triliun.

Saat ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN. Dari 565 juta populasi ASEAN, Indonesia mencakup 40 persennya. Dari total PDB US$1,3 triliun, 50 persennya juga dikuasai Indonesia. Indonesia tengah berupaya menggenjot infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun.

24 October 2010

Yang Paling Tinggi Menggaji Bule di Indonesia

VIVAnews - Pekerja-pekerja asing di Indonesia rata-rata digaji Rp25 juta-Rp50juta per bulan. Angka ini semakin membumbung bila jabatan mereka manajer atau direktur.

Dua jabatan ini mendapat upah antara Rp50 juta-Rp75 juta dan antara Rp75 juta-Rp100 juta per bulan.

Ingin tahu sektor apa yang paling tinggi menggaji para pekerja bule di Indonesia yang pada September 2009 tercatat 45.384 orang?

Berdasarkan data hasil Survei Tenaga Kerja Asing Tahun 2009 yang dipublikasikan 22 Oktober 2010 oleh Bank Indonesia, menurut sektor ekonomi diperoleh fakta bahwa sektor Konstruksi dan sektor Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor yang paling banyak memberikan gaji tertinggi kepada tenaga kerja asing.

Tiga sektor ini berani mengeluarkan kocek untuk para pekerja asingnya hingga di atas Rp125 juta/bulan.

Apabila dilihat dari sisi jumlah persentase, jabatan yang menerima gaji paling tinggi yaitu di atas Rp125 juta ini paling banyak dijumpai pada pekerja asing profesional (12%) dibandingkan pekerja asing dengan jabatan Direktur sebesar 6%.

Tidak semua sektor memberikan gaji tinggi kepada pekerja asingnya. Ada juga perusahaan yang membayar gaji pekerja asingnya cukup rendah. Nah, sektor yang paling banyak memberikan gaji pada level rendah (di bawah Rp10 juta) adalah sektor Pertanian dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa.

Sementara berdasarkan wilayah asal negaranya, responden dari Amerika dan Eropa rata-rata menerima gaji berkisar antara Rp25 juta – Rp50 juta/bulan (50%). Pada umumnya jabatan tenaga kerja asing dari dua negara ini adalah profesional di sektor keuangan.

Sementara itu, pekerja asing yang paling banyak menerima gaji di kisaran atas (lebih dari Rp125 juta/bulan) adalah bule yang berasal dari Oceania (22%). Sebaliknya, responden yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah cukup banyak pula dijumpai memiliki gaji di bawah Rp10 juta/bulan (17%).

Sementara pekerja yang paling banyak menerima tunjungan jabatan tertinggi (di atas Rp50 juta) adalah level direktur (35%).

Selanjutnya, level jabatan yang juga menerima tunjangan yang cukup tinggi adalah konsultan (14%), serta profesional (13%). Sementara itu, pada kelompok konsultan cukup banyak yang menerima tunjangan yang rendah (kurang dari Rp5 juta) yaitu sebesar 29%.

Survei dilakukan terhadap 365 orang asing yang mayoritas berada di pulau Jawa (83%), mencakup DKI Jakarta (48%), Jawa Barat (22%), Banten (9%) dan Jawa Timur (3%). Adapun responden yang berasal dari luar Jawa (17%) meliputi beberapa propinsi yaitu Kepri/Riau (11%), Kaltim (4%) dan Bali (3%).

Tenaga kerja asing yang disurvei ini sebagian besar berasal dari Asia non ASEAN (55%), Eropa (19%) dan ASEAN (13%). Responden yang berasal dari Asia non ASEAN sebagian besar berasal dari Jepang (37%), India (27%) dan Korsel (22%).

27 July 2010

Ekonomi HSS Menggebirakan

Kandangan - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Dr. H. Muhammad Safi'i, M.Si mengatakan mekanisme kegiatan perekonomian

merupakan cerminn dari keberhasilan pembangunan yang di lakukan di Kabupaten HSS.

Nah, untuk mencapai keberhasilan pembangunan suatu daerah faktor ekonomi bukanlah salah satu faktor independen. Pasalnya

masih dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti pendidikan dan kesehatan.

Bupati juga menyebutkan perekonomian tidak dapat dik embangkan jika pendidikan (SDM) yang dimiliki tidak dapat ditingkatkan.

Hal serupa juga tidak bisa dilakukan jika tidak adanya kesehatan yang memadai pada masyarakat. Ketiga faktor ini, memiliki

kaitan yang saling mendukung dimana ketiganya merupakan bagian dari yang tidak terpisahkan dari pembangunandi Kabupaten.

Menurut Safi'i keberhasilan suatu pembangunan dan kemakmuran suatu masyarakat, merupakan cita-cita semua pemerintahan. Pada

umumnya untuk melihat keberhasilan pembangunan, salah satunya dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Brotu (BDRB).

Dimana didalamnya dapat diketahui aktivitas kegiatan perekonomian masyarakat (Makro Ekonomi).

Ekonomi dapat dilihat dari beberapa indikator. Diantaranya adalah melihat tingkat inflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi,

dan beberapa hal lainnya yang dapat menunjang.

Untuk Tingkat inflasi yang ada, orang nomor satu di HSS ini mengatakan sejauh ini sulit diukur. Tetapi dapat dilakukan

ditingkat propinsi. Pasalnya Kabupaten HSS adalah bagian dari propinsi. Perhitungan inflasi adalah dengan mengambili sampel

dari perkembangan rata-rata variabel komponen harga yang diperhitungkan pada semua wilayah bersangkutan.

Sebagai contoh, pada Januari 2010 inflasi Kota Banjarmasin sebesar 0,59 persen. Inflasi terjadi karena adanya keanikkan harga

yang ditunjukan oleh naiknya Indek pada kelompok bahan makanan 0,11 persen menjadi 1,36 persen. Kelompok perumahan, air,

listrik, gas dan bahan bakar 0,84 persen, sedangkan pada sandang pangan juga dijumpai kenaikan.

Kendati ditingkat propinsi mengalami inflasi, namun ditingkat kabupaten selama kurun waktu 2000 hingga 2009 dipandang

relative sangat stabil. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten yang selalu diatas

rata-rata inflasi Banjarmasin.

Dalam penjelasannya, bupati juga menyampaikan bahwa perkembangan iklim, investasi yang mulai menunjukan perbaikan dapat

dilihat sejak dibukanya peluang investasi di Kabupaten HSS. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, maka nilai PDRB HSS pada

tahun 2008 menagalami peningkatan pertumbuhan sebesar 13,47 persen. Dengan nominal sebesar 1,69 triliyun rupiah atau naik

sebesar 0,2 triliyun rupiah. Kenaikan yang cukup signifikan tersebut masih dipicu oleh faktor eksternal yaitu kenaikan

inflasi akibat krisis BBM. Dimana masih mempengaruhi kenaikan harga sehingga berimbas pada kenaikan barang dan jasa.

Sumber: Radar Banjarmasin, edisi Selasa 20 Juli 2010

12 June 2010

Inflasi China Pecahkan Rekor Tertinggi


BEIJING - Inflasi China di Mei mencapai rekor tertinggi dalam 19 bulan terakhir, yakni sebesar 3,1 persen. Angka ini juga meningkat dari inflasi April yang sebesar 2,8 persen.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/6/2010), Juru Bicara Biro Statistik Nasional yang melansir data tersebut menyebutkan, inflasi masih terkendali dan pemerintah yakin mampu mencapai target inflasi. Pemerintah China menargetkan rata-rata inflasi tahun 2010 maksimal tiga persen untuk menghindari risiko gelembung aset yang besar dan berdampak pada upaya pemulihan ekonomi China.

Tingkat inflasi April sesuai prediksi ekonom yang disurvei Reuters. Data juga menyebutkan, harga produsen Mei naik menjadi 7,1 persen dari posisi April 6,8 persen. Output industri China di Mei juga tumbuh 16,5 persen dari tahun lalu. Angka ini di bawah prediksi ekonom yang mematok angka 17 persen. Di April output industri naik 17,8 persen.

Sementara penjualan ritel pada Mei meningkat 18,5 persen. Naik dari posisi April yang tumbuh sekitar 18,5 persen. Sedangkan investasi aset tetap di wilayah urban-seperti apartemen dan pabrik-dari awal tahun hingga Mei 2010 tumbuh 25,9 persen. Lebih kecil dari pertumbuhan kuartal I-2010 yang 26,1 persen.

Meningkatnya inflasi di atas target menebar kekhawatiran. Ekonom menilai, Pemerintah China tidak berhasil mengontrol laju inflasi. Terutama setelah pemerintah menggelontorkan duit besar-besaran ke perbankan sebagai stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi.
OkeZone.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More